//
you're reading...
Wisata Telaga

Pesona Alam Telaga Menjer Wonosobo

Telaga Menjer Wonosobo

Mendapat Kesempatan menikmati pesona salah satu telaga yang terdapat di Wonosobo merupakan hal yang patut disyukuri buat saya. Sebut saja “Telaga Menjer”. Telaga yang terletak di desa Maron, kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Dinamakan telaga menjer karena desa Maron sebenarnya merupakan desa baru yang dulunya merupakan wilayah desa menjer. Telaga Menjer merupakan telaga terluas di Wonosobo, dengan luas area 70 Ha. Telaga Menjer berada pada ketinggian 1300 meter dari permukaan laut, disamping digunakan untuk wisata air. Telaga menjer dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air, sejak tahun 1982.

Saya pun memulai perjalanan bersama teman-teman dari Yogyakarta-Magelang-Wonosobo yang memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Dari yogya ke Magelang kondisi jalan masih bisa dibilang bagus, namun dari arah Magelang menuju Wonosobo kondisi jalan terlihat kurang begitu bersahabat. Ada sebagian jalan yang rusak ditambah lagi jalur perbukitan yang mana selalu ada tanjakan, turunan dan juga tikungan yang cukup tajam. Bagi anda yang melalui jalur ini agar berhati-hati, siapkan stamina lahir dan batin anda dan jangan lupa selalu cek kondisi kendaraan anda. Ingat-ingat,tiing**….! Hhe
Telaga Menjer Wonosobo
Tepatnya hari minggu, 24 April 2011, tidak jauh dari tempat kediaman salah satu teman saya yang hanya memakan waktu 15 menit saja, kami berangkat menuju lokasi Telaga Menjer. Disepanjang perjalanan, saya sangat senang sekali dengan warganya yang begitu ramah dan murah senyum pula. Terlihat seperti sudah akrab lama saja, padahal baru 2 jam saya sampai dirumah teman saya itu. Heheheh..! :::::J
Telaga Menjer Wonosobo

Setelah sampai di lokasi, betapa kagumnya saya dengan keindahan alam yang dimiliki Telaga ini. Suasana alamnya yang sejuk dan damai akan memanjakan mata bagi siapa saja yang memandangnya. Tapi agak aneh juga, kenapa di objek wisata yang begitu menawan ini hanya terlihat sedikit sekali pengunjungnya. Padahal saat itu hari minggu dan juga tiket masuk ke Telaga Menjer ini hanya 2.000 saja per-orang, ditambah parkir motor Rp. 1000.

Setelah saya melakukan investigasi (kaya ape aje, hhe.. J), ternyata ada beberapa faktor yang menyebakan kurangnya pelancong Telaga Menjer ini. Diantaranya adalah kurangnya promosi ke berbagai tempat dan juga jalur angkutan umum yang masih minim bahkan tidak ada yang langsung menuju ke lokasi telaga ini.

Telaga Menjer Wonosobo

Namun dengan jarangnya para pengunjung yang melancong kesana membuat Telaga Menjer ini terlihat masih alami alias perawan dan masih terjaga keindahan alamnya. Bagi kalian semua yang ingin merefreshkan fikirannya, gak ada salahnya kalau kalian nyobain pesona objek wisata alam yang satu ini, yaitu “Telaga Menjer”. Hehehehe…!

Paradiso…

Berbagai Sumber

About Zaronja

Berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya-hakikat manusia *Gie

Diskusi

2 respons untuk ‘Pesona Alam Telaga Menjer Wonosobo

  1. pesona tlaga menjer sekarang sudah mulai rusak karna para pemilik tambak dan para pelancong yang tak menjaga keserasia alam sungguh di sayangkan..

    Posted by Blogger wonosobo | 20 Juni 2013, 6:07 pm
  2. seru banget kayanya mas, bisa naik perahu di tengah telaga gitu, hotel murah di jogja

    Posted by hotelmurahdijogja | 2 September 2015, 9:20 pm

Tinggalkan Balasan ke hotelmurahdijogja Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Top Posts & Halaman

Ocean Park, BSD Tangerang

a Trip to Pindul Cave & Oyo River

Air Terjun Sri Gethuk, Yogyakarta

Air Terjun Grojogan Sewu, Solo

Pantai Parangtritis Yogyakarta

Kebun Buah Mangunan Imogiri

Jembatan Gantung Imogiri

My Documentary Video

%d blogger menyukai ini: