//
you're reading...
Lain-lain

My Second Family, in Yogyakarta City

Ya Salaaamm…Tak terasa, hampir genap 4 tahun sudah Saya hidup di Kota Yogyakarta tercinta, dan Saya kira kurang etis rasanya jika tidak menceritakan sedikit perjalanan hidup Saya di Kota ini. Dengan siapa Saya bersahabat, belajar, bercanda, bercerita, bersenang-senang, berduka, berbokek, bergalau ria, bermadu kasih, dll. Semuanya ada disini. KELUARGA KEDUAKU, DI KOTA YOGYAKARTA, mungkin itu title yang cocok untuk postingan kali ini.

Hidup di Kota Jogja, membuat Saya harus cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mulai dari bahasa yang digunakan sampai bertingkah laku di Masyarakat. Yang tadinya gak pernah senyum ketemu orang, sekarang belajar senyum – yang tadinya cuek, sekarang belajar ramah – yang tadinya nyelonong saja kalau melewati orang yang lebih tua, sekarang belajar ngucapin punten atau sekedar menganggukkan kepala sambil senyum. Ketika awal-awal di Jogja saya sedikit khawatir dengan keramahan orang-orang yang belum Saya kenal sebelumnya saat bertemu. Karena dari kecil Saya selalu didoktrin dengan ungkapan-ungkapan “kewaspadaan” terhadap keramahan orang yang kita tidak kenal ataupun baru pertama kali kita kenal. Karena memang saat itu banyak sekali kasus penculikan ataupun modus pengedaran narkotika. Tapi ternyata, kehidupan di Jogja jauh berbeda dengan kehidupan dihalaman saya. Penduduk Asli Jogja memang terbukti ramah-ramah tanpa modus apapun, pantas saja kalau atmosfer kota Jogja tuh nyaman, adem ayem dan juga tentrem gituuJogja memang istimewa, Sob.

Yogyakarta, ada banyak kisah yang tersirat ketika kita mendeskripsikan Kota ini. Mulai dari suasana negerinya, keramahan penduduknya, makanan khasnya, bahasanya, objek wisatanya, juga budayanya, ya semua ituh yang bikin Saya betah di kota ini. Jogja sudah banyak mengajari Saya akan banyak hal, mulai dari kepatuhan terhadap sang Khaliq, kesederhanaan hidup, kesetiaan diri pada pengabdian, bertata krama, sadar akan perbedaan, menyukai sayur-sayuran (padahal dirumah susah banget disuruh makan sayur-sayuran), dan juga mencintai alam-budaya. Semua itu Saya peroleh di Kota ini, terimakasih Jogja… 🙂

Dari sekian banyak tempat atau orang yang Saya kenal di Jogja, penting rasanya Saya mengungkapkan rasa terimakasih kepada mereka yang sudah Saya anggap sebagai keluarga Saya sendiri di Kota Gudeg ini. Kuhabiskan lika-liku kehidupan  di Jogja bersama mereka semua. dari awal membuka mata sampai menutup mata kembali, mereka selalu ada bersama Saya. Dan mereka adalah:

1. PONDOK PESANTREN WAHID HASYIM

Terletak di JL. KH. Wahid Hasyim Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Merupakan salah satu pondok terbaik di regional Jogja yang menjadi pilihan tempat tinggal buat Saya di Kota Jogja. Dan hampir sebagian waktu Saya lebih banyak disana, jadi tidak berlebihan jika PP. Wahid Hasyim menjadi urutan pertama sebagai keluarga kedua Saya di Jogja. Saya merasa, jika Saya hanya Ngekost di Jogja, betapa sedikitnya ilmu yang Saya dapat. Karena tidak mungkin Saya hanya mengandalkan ilmu-ilmu yang Saya pelajari di kampus. Saya perlu mondok. Mungkin orang akan menganggap Saya kuno, kolot, kampungan, gak gaul bahkan sampai dibilang primitif sekalipun Saya tidak perduli, Saya bahagia dan Saya nyaman dengan apa yang Saya yakini kebenarannya.  Terlebih khusus buat Septian, Syafaat, Aufa, Bang Almus, Bang Mubin, Mas zam, Mas Farid n Mas rofie, terimakasih sudah mau bersahabat dengan Saya, Zaronja. 🙂

keluarga keduaku, di Yogyakarta

2. IKPDC-DJOGJA

Ikatan Keluarga Pelajar Darunnajah Cipining-Djogja. Sebenarnya Paguyuban inilah yang pertama kali Saya cari di Kota Jogja, Saya ingin sekali berkumpul dengan para Alumni Darunnajah yang juga berdomisili di Kota Jogja. Walaupun hanya sebagian saja, bertemu dengan mereka membuat Saya bahagia bisa ngumpul bareng lagi dengan teman-teman satu perjuangan ketika sekolah dulu. biasanya kami mengadakan pertemuan ketika terdapat event-event penting di Jogja dan juga ketika ada Alumni Darunnajah yang sedang berkunjung ke Jogja. Persahabatan kami pun semakin erat dengan adanya paguyuban ini, terlebih sama-sama merantau menuntut ilmu di Kota Jogja. Buat Mas Zikrie, Arif, Nunk, Arifin, dan Teguh, syukron yee udah nemenin Saya di Kota Jogja, hhe 😆

keluarga keduaku, di Yogyakarta

3. PBA-D 09

Mereka adalah sahabat-sahabat Saya di kampus. 8 semester bersama mereka membuat Saya tau betul karakteristik dari masing-masing pribadi mereka. Kalau udah ngumpul satu kelas berasa kayak berada di TMII, karena memang asal daerah kita berasal dari berbagai daerah dipenjuru Nusantara. Jadi seru banget kalau bisa ngumpul bareng tuh. Ngerjain tugas bareng, begadang bareng, maen ngalor-ngidul bareng, bokek bareng, itu semua sudah jadi gaya hidup kami pada saat itu. Terimakasih temans-temans PBA-D 09 atas persahabatan yang telah lama kita jalin, suatu saat nanti saya ingin berkunjung kedaerah kalian, biar bisa melihat Nusantara. Dan sepertinya tak perlu saya sebutkan satu persatu ucapan terimakasih ini, nanti bakalan ada kecemburuan sosial lagi, hhe. Yang spesial, saya sebutkan dalam hati saja yaa. Hha 😆

keluarga keduaku, di Yogyakarta

4. HIMATA-YO

Himpunan Mahasiswa Tangerang-Yogyakarta. Setelah PBA-D 09, paguyuban inilah yang menjadi keluarga Saya di Kota Jogja. Lokasi asramanya berada di JL. Nyai Adisari No. 757 Rt 40/12 Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.  Setidaknya Saya harus mengenal teman-teman satu daerah yang juga kuliah di Jogja. Senang rasanya memiliki banyak kenalan dimana-mana. Karena memang itulah tujuan Saya bersahabat dimana-mana, selain menjalin silaturahmi kita juga dapat menambah link ataupun bertukar informasi. Ada banyak kegiatan di Himata-Yo, seperti halnya ikatan-ikatan Mahasiswa daerah umumnya. Pernah ikut kepengurusan di Himata-Yo membuat Saya sadar betul akan tanggung jawab sebagai pengurus. Ikut mudik bareng, Ngebolang bareng, Yasinan bareng, Rapat sampe ngantuk-ngantuk udah Saya rasain disini. Thank’s buat Bang Kubil, Bili, Kamal, Luluk dll. Udah ngenalin Saya dengan Himata-Yo.

keluarga keduaku, di Yogyakarta

5. IKPMB DKI JAKARTA

Meskipun tidak banyak berperan langsung di paguyuban ini, Saya bisa merasakan lekatnya persahabatan anak-anak Betawi. Entah kenapa kalau udah ketemu sama orang satu spesies (walaupun belum kenal) kita langsung cepat akrabnya. Ini yang Saya suka kalau di Jogja, menjadi kaum minoritas tidak membuat kami ciut. Kalau sama anak-anak IKPMB DKI JAKARTA yang Saya kangenin tuh team Marawis & team touringnya JBC (Jakarta Bikers Community). Seru banget kalo sudah touring bareng mereka, semuanya terorganisir dengan rapih. Thank’s a lot for Alam, Boim, Yaser, Arif dkk.

keluarga keduaku, di Yogyakarta (2)

6. HAMASYI (SERANG-YOGYAKARTA)

keluarga keduaku, di Jogja

Kalau Paguyuban yang satu ini Saya lebih sering nginep diasramanya dari pada kegiatan lain. Hhe 😆 karena memang saya punya teman 1 kelas dikampus yang juga merupakan salah satu anak Hamasyi. Jadi lebih akrab sama dia dari awal tinggal di kota Jogja. Paling juga kalau ngadain acara touring baru ikutan join, maklum lah saya suka bener yang namanya ngebolang tuh, hhe.. nuhun akang-akang udah menerima saya di Hamasyi yee.. cc: bang dodot, bang Ontog, Kirom, Uki dkk.

7. TAPAK SUCI UIN-SUKA

Hhohoho… Perguruan pencak silat yang satu ini memang selalu menjadi salah satu olahraga favorit Saya. Berawal dari Kota Bogor, 6 tahun Saya ngikutin seni beladiri ini, diajarin mulai dari sikap kuda-kuda, pukulan, tendangan, masuk ke jurus dan juga fighting, semua diajarkan disana yang kemudian berlanjut di kota Jogja. Namun sayangnya status Saya sebagai santri sekaligus mahasiswa di Jogja membuat saya kurang aktif di Tapak Suci UIN-suka. Tapi tak apalah, sudah pernah bergabung dengan TS UIN-suka merupakan kebanggaan tersendiri  buat saya. Terimakasih TS UIN-suka, telah mengembalikan kenangan-kenangan masa lalu saya di TS DNC-Bogor. 🙂

keluarga keduaku, di Yogyakarta (4)

Yap’s, mereka semualah sodara-sodara saya di Kota Yogyakarta. kebahagiaan yang tak terkira bisa mengenal kalian semua. Semoga silaturahim kita tetap terjalin meski tak lagi menetap di Kota Jogja nantinya. Don’t forget Me, Nggeeeh… pokoknya Sukses buat kita semua..!!!

Barakallahu Lii wa lakum.    

About Zaronja

Berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya-hakikat manusia *Gie

Diskusi

4 respons untuk ‘My Second Family, in Yogyakarta City

  1. kalo keluarga kedua ane selama di Jogja yaitu PMJ ma KBJ. hehe 😀

    Posted by Mambay | 28 Januari 2013, 5:35 pm
  2. hebat banget mas, jadi pengen gabung pengusaha muda jogja. hotel murah di jogja

    Posted by hotelmurahdijogja | 1 September 2015, 8:58 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Ocean Park, BSD Tangerang

a Trip to Pindul Cave & Oyo River

Air Terjun Sri Gethuk, Yogyakarta

Air Terjun Grojogan Sewu, Solo

Pantai Parangtritis Yogyakarta

Kebun Buah Mangunan Imogiri

Jembatan Gantung Imogiri

My Documentary Video

%d blogger menyukai ini: